Sungguh sangat memprihatinkan, ketika anggaran pendidikan dinaikan hingga mencapai minimal 20% baik APBN ataupun APBD, tapi ternyata kesejahteraan guru-guru honorer jauh dibawah "Hidup Layak". Hal itu disebabkan, karena hampir kurangnya perhatian pemerintah terhadap nasib guru-guru honorer terutama yang ada di sekolah-seolah swasta. Pemerintah hanya memberi penghargaan pada GTT sebesar Rp 200/bln. lebih rendah dari buruh pabrik di manapun...... Padahal mereka telah mengabdi bertahun-tahun, bahkan ada yang sudah puluhan tahun, sungguh sangat ironi dan memprihatinkan.... Berbeda dengan nasib para guru PNS yang telah mendapatkan kenaikan gaji minimal hingga mencapai 2 juta/bulan. Padahal apabila dicermati para GTT juga ikut andil dalam turut serta mencerdaskan bangsa. Oleh karena itu, bagaimana mungkin pendidikan di negara kita akan menjadi maju atau lebih baik apabila upah mereka jauh dari mencukupi untuk hidup layak....padahal hampir 60% para guru di Indonesia bersatus GTT. Bagaimana nih? padahal besarnya anggaran pendidikan tidak hanya untuk para guru PNS saja.... Kepada para anggota DPR yang terhormat, gimana nih....
Selasa, 02 Desember 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
4 komentar:
Kita semua harus bekerja dengan jejaring komunitas para guru swasta kecil (honorer) karena pemerintah masih memintingkan guru-guru negeri tapi minim kreatifitas, maka dari itu kita harus terus berjuang...!!!
untuk guru honor swasta ,sebaik dibentuk persatuannya.jadi diantara pihak satu dengan lainnya terhubung jadi mudah mengajukan aspirasinya.usahakan guru honor diangkat CPNS sebelum 2011.
begitu wajah pendidikan indonesia, banyak guru honorer yang serius mengajar dihargai gaji kecil, tapi guru pns santai saja malahan ada yang di parkir tetap digaji besar. Tapi jangan lupa guru ladangnya amal jariyah, gaji dikit tapi amal sepanjang masa sampai liang kubur
Pak persiden jokowi yang terhormat kami guru honorer menginginkan agar nasib kapi guru honorer tolong di sejahtrakan pak
Posting Komentar